MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN

                                     MUTU PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI

1. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu, daya pikir, daya fisik, juga prilaku individu, dari gen serta, lingkungannya, yang dimotivasi untuk mengejar mimpinya. Sumber daya manusia adalah pegawai, yang dibutuhkan untuk menjalankan seluruh aspek real kinerja agar sinergi yang sangat berdedikasi tinggi.

Sumber daya manusia berkualitas tinggi adalah yang memenuhi nilai komparatif tetapi juga nilai kompetitif-generatif-inovatif seperti: Intelligence, Creativity dan Imagination.

2. Manajemen Sumber Daya Manusia

 Manajemen adalah cara untuk mengatur sumber daya manusia secara efektif dan efisien sesuai dengan target yang meliputi: man, money, method, machines, materials, dan market Money /uang. Uang adalah alat tukar yang disyahkan untuk segala jenis transaksi baik dalam bentuk rupiah, dollar dll. Untuk menjalankan aktivitasnya, manajemen membutuhkan biaya, baik untuk pembelian dan perawatan alat-alat, pembelian bahan baku / material, pembayaran gaji tenaga kerja.

2.      Materials (bahan baku)

                   Bahan baku yaitu bahan mentah yang akan diolah menjadi barang jadi, yang baik sesuai dengan keinginan dan yang dibutuhkan manusia yang ahli di bidangnya juga harus menggunakan bahan atau materi-materi yang baik dan berkualitas.

Contoh : Kedelai dan ragi bagi pembuatan tempe.

               Aluminium bagi pembuatan panci dll.

               Kain bagi pembuatan pakaian jadi.

               Kapas,benang bagi pembuatan kain.

Ini hanya sekilas contoh bahan baku pokok dan ada juga bahan sebagai penunjang proses pembuatan / produksi.

Machines(Mesin)

           Mesin ada mesin manual dan mesin canggih dan peralatan kerja lainnya sangat dibutuhkan untuk memudahkan pekerjaan yang sulit menjadi lebih cepat dan efisien, serta berperan dalam meningkatkan hasil dan keuntungan.Dengan perkembangan teknologi, penggunaan mesin semakin canggih dan modern, sehingga bisa meminimalisir kesalahan dalam proses produksi dan pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif dengan hasil lebih banyak.

Methods(Metode)

           Dalam manajemen diperlukan adanya beberapa metode untuk menentukan bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan. Serangkaian prosedur dan instruksi ditetapkan dengan mempertimbangkan pada tujuan yang hendak dicapai, fasilitas yang tersedia, waktu, uang, dan kegiatan bisnis.

Cara- cara mengelola sebuah bisnis dengan menggunakan metode

        Metode-metode tersebut ditetapkan sebagai Standar Operasional yang baku (SOP), yang berperan untuk meningkatkan penggunaan semua sumber daya dan faktor-faktor  produksi, sehingga semua pekerjaan bisa berjalan secara Efektif dan Efisien.

Market(Pasar)

Untuk bisa memasarkan hasil produksinya dengan baik, perusahaan wajib memahami pemasaran dengan baik.  Pemasaran produk sangat penting untuk kelangsungan proses produksi dari perusahaan itu sendiri. Pemasaran yang baik memungkinkan barang atau jasa yang dihasilkan mempunyai pangsa pasar.

        Penguasaan pasar yang baik berperan penting agar barang atau jasa dapat didistribusikan ke seluruh konsumen dengan tetap menjaga dan memperhatikan kualitas dan harga.

Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memuaskan kebutuhan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan. Barang / jasa yang berkualitas rendah dengan harga yang relatif mahal tidak akan dibeli konsumen.

Sehingga timbul pertanyaan tentang :

·         Apa yang diatur?

·         Apa tujuannya diatur?

·         Mengapa harus diatur?

·         Siapa yang mengatur?

·         Bagaimana mengaturnya?

            Baik kita bahas satu persatu :

- Apa yang diatur? Semua unsur yang terencana dalam BUSINESS PLAN / KURIKULUM         /RPP/SILABUS dll.

- Apa tujuannya diatur?  Supaya tercapai tujuan yang berdaya guna dengan hasil terbaik sesuai apa yang telah kita programkan.  

- Mengapa harus diatur? Manusia yang membuat perencanaan dasekaligus melaksanakan  tanpa pengaturan yang benar semua akan berantakan. 

Siapa yang mengatur? Yang mengatur adalah pimpinan dengan kepemimpinannya yaitu pimpinan puncak, manajer madya, dan supervisi manusia terpilih dari pemilik perusahaan yang sangat penting yaitu :

       Persyaratan, seperti keahlian, kemampuan, ketrampilan, pendidikan, pengalaman

       Komposisi, seperti pimpinan, pelaksana, bagian teknis, administrasi dll.

D Dampak kerugian apabila pengelolaan bisnis tidak menyiapkan MSDM

Proses produksi suatu barang akan terhenti, baik dalam pelayanan publik ataupun produksi tanpa pasar yang jelas, artinya sangat penting untuk dikuasai demi kelangsungan proses produksi perusahaan atau publik.

            Enam unsur manajemen merupakan unsur- unsur manajemen yang sangat diperlukan bagi badan usaha atau organisasi dan mutlak harus ada dalam suatu organisasi. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan untuk menentukan arah organisasi dan sebagai dasar menjalankan aktivitas agar sesuai dengan apa yang diinginkan.mmeor

     - Bagaimana mengaturnya?

 Dengan melakukan  fungsi manajemen diantaranya:

        * Adanya kerjasama diantara sekelompok orang dalam ikatan formal;

        * Adanya tujuan bersama serta kepentingan yang sama yang akan dicapai;

        * Adanya pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab yang teratur;

        * Adanya hubungan formal dan ikatan tata tertib yang baik.

        * Adanya sekelompok orang dan pekerjaan yang akan dikerjakan;

        * Adanya human organization.

“Human resource management is the process acquiring, training, appraising, and compensating employees, and attending to their labor relations, health and safety and fairness concerns”. Manajemen sumber daya manusia adalah proses memperoleh, melatih, menilai, dan memberikan kompensasi kepada karyawan, memperhatikan hubungan kerja mereka, kesehatan, keamanan dan masalah keadilan.

Proses Sinergis Antara Personal Lembaga Pendidikan

        Dalam manajemen pendidikan terdapat  proses sinergis diantara personal lembaga pendidikan dalam kaitannya dengan tugas dan fungsinya masing-masing, yaitu :

  1. Pengarahan dan pengintegrasian segala aktivitas, baik personal, materiil  dan spiritual untuk pencapaian tujuan pendidikan.
  2. Proses dalam bidang pendidikan, meliputi perencanaan, pengorganisasian,  pengarahan, pengoordinasian, pengawasan, pembiayaan, dan  pelaporan dengan  memanfaatkan fasilitas yang ada, baik personal, materiil,juga spiritual untuk  tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
  3. Pada proses bekerja dengan orang-orang untuk tujuan pendidikan yang baik dan tepat.
  4. Pelaksanaan kepemimpinan untuk mewujudkan aktivitas kerja  efektif bagi untuk tujuan-tujuan pendidikan.
  5.  Semua kegiatan sekolah dari kegiatan-kegiatan besar, seperti perumusan kurikulum, koordinasi, konsultasi, korespondensi sampai pada kegiatan-kegiatan kecil dan sederhana, seperti menjaga sekolah, menyapu halaman, dan sebagainya.
  6. Proses pembinaan atau supervisi pendidikan.
  7. Pengawasan seluruh kinerja kependidikan.

Komponen Sistem yang harus Dikelola Lembaga Pendidikan

Manajemen pendidikan merupakan suatu sistem, yang harus dikelola secara keseluruhan, meliputi :

  1. Kinerja para pegawai lembaga pendidikan
  2. Pengadministrasian kegiatan pendidikan
  3. Aktivitas para pendidik, yang merupakan tugas dan kewajibannya
  4. Kurikulum sebagai konsep dan tujuan pendidikan
  5. Sistem pembelajaran dan metode belajar mengajar
  6. Pengawasan dan supervisi pendidikan
  7. Evaluasi pendidikan
  8. Pembiayaan  pendidikan dari segi fasilitas, alat-alat, sarana, dan prasarana pendidikan

Langkah dalam Penerapan Fungsi Manajemen pada Lembaga Pendidikan.

        Untuk mencapai hasil terbaik apabila diterapkan manajemen pendidikan sebaik mungkin, terutama melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dengan langkah-langkah  berikut :
  1. Adanya para pelaku pendidikan yang sesuai dengan keahliannya.
  2. Menyiapkan dana pendidikan yang cukup.
  3. Menerapkan metode kependidikan yang tepat.
  4. Menyiapkan material atau alat-alat pendidikan yang memadai.
  5. Menyiapkan sarana dan prasarana yang efektif bagi pelaksanaan pendidikan.
  6. Memadukan proses kependidikan antara teori dan praktik.
  7. Menerapkan desain pembelajaran yang sesuai dengan kondisi objek-objek pendidikan.
  8. Sistem kontrol yang melekat terhadap tugas dan fungsi kelembagaan pendidikan, dalam hubungannya dengan internal dan eksternal lembaga.
  9. Menyiapkan daya serap pasar yang baik bagi lulusan lembaga pendidikan

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) menurut para akhli :

1. Kebijakan, praktik, dan sistem yang mengubah kebiasaan, sikap, dan performa seorang karyawan. 

2. Suatu ilmu yang mempelajari bagaimana memberdayakan karyawan, pekerja, kelompok kerja, mengembangkan para karyawan yang berkualitas,  menganalisis kinerja karyawan dan memberikan imbalan kepada mereka atas usahanya dalam bekerja.

3. Menetapkan jumlah, kualitas, dan penetapan tenaga kerja yang efektif sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan job description, job specification, dan job evaluation.

4. Menetapkan penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan berdasarkan atas the right man in the right     job.

5. Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan, promosi, dan pemberhentian.

6. Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya manusia pada masa yang akan datang.

5.Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan perkembangan perusahaan

     pada khususnya.

6.Memonitor dengan cermat undang-undang perubahan dan kebijaksanaan pemberian bebas jasa                 perusahaan sejenis.

7. Memonitor kemajuan teknik dan perkembangan serikat buruh.

8. Melaksanakan pendidikan, latihan, dan penilaian prestasi karyawan.

9. Mengatur mutasi karyawan baik vertical maupun horizontal.

10. Mengatur pensiun, pemberhentian, dan pesangon. 


Kebutuhan SDM

1.Perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugasnya.

2.Menyediakan SDM yang dibutuhkan oleh organisasi dimasa mendatang baik dalam hal kualitas maupun kuantitas

3.Medukung kegiatan pengadaan, alokasi, kompetensi dan pengembangan SDM

        Tujuan perencanaan SDM adalah untuk menjamin penggunaan yang optimal, memformulasikan dan mengintegrasikan


3. Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi 

1. Mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

2. Meningkatkan model PDCA (Plan, Do, Check, Action)model ini, ditetapkan strategi dan serangkaian aktivitas yang tepat. pencapaian tujuan melalui strategi dan aktivitas tersebut akan selalu dimonitor secara berkala, dievaluasi, dan dikembangkan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan. 

 Prinsip yang melandasi pola pikir dan pola tindak semua prilaku menajemen kendali mutu berbasis PDCA diantaranya:

 a. Quality first (Mengutamakan mutu dan kualitas) Semua pikiran dan 

      tindakan pengelola pendidikan harus memprioritaskan mutu dan kualitas.

 b. Stakeholder Semua pikiran dan tindakan pengelola pendidikan harus ditujukan

      untuk kepuasan semua pemangku kepentingan.

 c. Speak with data Setiap orang pelaksana  berdasarkan analisis data

     yang diperolehnya terlebih dahulu, bukan berdasarkan pengandaian dipuaskan. 

 d. Upstream management (pengambilan keputusan berdasarkan SHIP Approach)

     Semua pengambilan keputusan dilakukan secara sistemik, holistic, interdisipliner 

    dan partisipatori, bukan otoritatif.


Implementasi model PDCA dalam pengelolaan penjaminan mutu diatur dalam empat tahap sebagai berikut:

a.      Perencanaan.

     Melalui strategi dalam kebijakan mutu dengan berbagai standar mutu serta serangkaian aktivitas dalam rangka penyusunan sistem penjaminan mutu internal.

b.      Pelaksanaan.

        Baik akademik maupun non akademik yang meliputi tingkat institut, lembaga, fakultas, pascasarjana, jurusan, prodi, laboratorium, dan unit pelaksana teknis, melaksanakan (do) aktivitas sesuai dengan standar mutu, standar operational prosedur (SOP) dan formulir (borang/perform) yang ditetapkan.

c.       Pengendalian.

     Seluruh unit kerja harus melakukan evaluasi (check) untuk menilai kinerja unitnya setiap akhir semester.

Berdasarkan rekomendasi dari tim auditor, tindak lanjut yang harus dilakukan. 

Bila hasil audit telah mencapai standar, maka proses perencanaan pada siklus berikutnya harus ditingkatkan sehingga menghasilkan kaizen atau peningkatan mutu berkelanjutan (continuous improvement).


SARAN:

    Keempat tahapan bertujuan menjamin bahwa setiap aktivitas penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi terjamin mutunya dan setiap unit kerja selalu melaksanakan evaluasi untuk menemukan kekuatan dan kelemahannya .Ada kekurangan dan kelebihan dalam jurnal ini, kelebihannya dari sisi penulisan tokoh, hasil penelitian lengkap, sementara kekurangannya pertama banyak pemborosan kata dan yang kedua penjelasan terkait unsur, saya pun mencari penjelasan dari jurnal lain yang lebih lengkap.

 

DAFTAR PUSTAKA

Kadek Hengki Primayana Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Dasar Undiksha

 Noe, dkk (2008:4) dalam Widodo (2015:3) Manajemen sumber daya manusia (MSDM)

Hasibuan, Malayu S.P. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara Kesit, Bambang. 2009. Manajemen SDM Dosen dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi, (http:/ /www.bambangkesit.staff.uii.ac.id, Diakses pada tanggal 1 Agustus 2015)

            Sudarsana, et al (2014) dalam Buku Kebijakan Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

            Hasibuan (2005:34) dalam Widodo (2015:4)

           Bohlander dan Snell (2010:4) dalam Widodo (2015:3-4), manajemen sumber daya manusia                  (MSDM)

Komentar