MENAPAKI HARI YANG INDAH DI 2021 

        Sore hari tak terasa seminggu berlalu saat hujan badai bersama Es dan angin, "subhanallah" ku sadari betapa manusia itu tak bisa apa-apa dan tak punya apa apa, saat angin bertiup kencang mengiringi air hujan yang deras dan petir menggelegar seketika jalan hening dan terlihat seperti kampung mati dan tak berpenghuni. Hmmm.... hatiku bergumam sambil menghela napas melepas renunganku sambil menetap derasnya air hujan itu .

        Sekilas pikiranku berjalan " seandainya ini hari terakhir bagi kita semua ,tiba - tiba gunung meletus berhmburan seperti anai -anai yang beterbangan sesuai janji Allah dalam al - Qur'an , kemudian tanah yang kita injak terperosok masuk kedalam seperti tsunami yang meluluh lantahkan Aceh beberapa dekade kebelakang , apa yang akan kita lakukan?  

        Kini musibah merajalela dimana -mana kehidupan manusia semakin carut marut dengan wabah yang disebut COPID 19, tak seorang pun mereka secerdas apapun mereka, sekaya apapun mereka, sepanjang gelar mereka, setinggi apa jabatan yang mereka punya tak ada yang bisa mengusir virus tanpa Allah kehendaki,lantas, 

* Apa yang bisa kita banggakan dengan diri ini ?

* Apa yang bisa kita sombongkan hingga perintah Allah ,panggilan sholat lima waktu , zakat , 

    puasa diabaikan begitu saja ?

* Apa kita siap dengan yang Allah cadangkan? yaitu  neraka jahannam , yang sudah menyala beribu         ribu thun lamanya, sementara hanya dengan percikan api dari corek api , lilin yang menetes, atau          minyak goreng di kuali yang memercak kita tidak kuat.

        Ya Robb,  ampuni hamba- MU yang hingga saat ini belum bisa beribadah dengan benar,, sholat yang dijalankan hanya sekedar menutupi kewajiban, begitupun dengan larangan - MU. Yang tidak terasa kita abaikan terkadang ghibah masih kita lakukan, dengan tidak sengaja atau disengaja. membaca al Qur'an pun hanya sekedar cupar kewajiban .

        Ya Robb,, tolong jaga hamba dan keluarga hamba dari siksa neraka mu dikemudian hari , Naudzubillahimindzalik, begitupun teman kerabat dan saudara hamba yang seiman seperjuangan ingin mencari RidhoMU,Bsik yang sempat membaca blog saya ataupun yang tidak sempat membacanya, 

Komentar

  1. Betul Umy....pandemi ini mengharuskan kita lebih banyak tafakur dan bertaubat

    BalasHapus

Posting Komentar