JELAJAHI PEMANDANGAN MASYARAKAT SUMEDANG


Buletin peneliti muda Sumedang 

Ditulis : Euis komalasari.

Univ. Muhammadiyah Bandung
Prodi: PAI


                                  

JELAJAHI PEMANDANGAN MASYARAKAT SUMEDANG

        Bahasa pertama harusnya kita bersyukur dengan kemajuan pesat di Sumedang ini, tapi dibalik itu ada potret yang cukup membuat kita terperanjat ternyata ada satu tempat yang menjadi sangat ” menyedihkan “ ada apa dengan Sumedang? dengan pembangunan infrastrukturnya yang begitu megah, waduk jati gede juga dilintasi jalur tol cisundawu dengan keindahan terowongan nya yang menembus gunung, seharusnya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi rakyat Sumedang, jika bisa mengambil aset dan nilai jual dari estetika tersebut, tapi mengapa masih ada potret menyedihkan seperti ini di Sumedang.



 

        Apa ya salah?, siapa yang pantas disalahkan?  tentu kita tidak bisa menyalahkan mereka semua baik pemerintah atau masyarakat, tapi yang pasti kita wajib mendengar keluhan mereka, bukankah sesama muslim kita bersaudara? Harus nya kita ikut peduli pada mereka,  ibarat didalam satu tubuh manusia, si kaki tidak pernah protes walau setiap detik harus di injak, dia ridho akan tugasnya menjadi sesosok kaki, tapi kepala walau ada ditingkat tertinggi tidak pernah sombong dan mendongakkan dirinya karena merasa paling terhormat, saat kaki tertusuk duri, simulut ikut menjerit, mata pun ikut melihat kepalapun tunduh untuk melihat permasalahan sikaki kenapa simulut menjerit, otakpun cari solusi untuk mencari obatnya, begitu pula tubuh yang lain saling bahu membahu untuk bisa mencabut duri dikaki orang tersebut, padahal permasalahannya begitu kecil, duri nya lebih kecil dari lidi tapi jika dibiarkan mungkin kaki tersebut bisa menghancurkan dan membekukan kegiatan tubuhnya apalagi jika sampai diamputasi, jadi saudaraku yang seiman sepenanggungan bukan hanya islam yang mengajarkan untuk berbuat baik, agama lain pun mengajarkan kebaikan, tapi yang sangat sulit adalah mempraktekan bahwa kebaikan itu mudah dilakukan tinggal kita empati terhadap yang lain, kalo satu contoh saja dengan adanya sampah yang menghancurkan satu kota dan bahkan satu negara , bagaimana caranya kita sebagai penabung sampah agar mau bersinergi untuk tidak memudharatkan orang lain. Jawabannya satu adanya kerjasama yang baik ,tersetruktur dan terprogram yang dilandasi dengan kejujuran, minimal jujur pada diri sendiri. Jika diri kita tidak nyaman orang lain pun sama, bergeraklah !!

        Menurut Penulis Kontributor Sumedang, Aam Aminullah | Editor Aprillia Ika SUMEDANG, KOMPAS.com, Lautan sampah yang mencemari Waduk Jatigede di sepanjang pesisir Kecamatan Wado hingga Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menjadi permasalahan tersendiri. Sebenarnya permasalahan sampah ini bukan hanya disumedang tapi di Indonesia pun menjadi permasalahan yang sangat konflik, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, kewenangan terkait permasalahan sampah ini ada di Satuan Kerja (Satker) Waduk Jatigede di bawah tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Akan tetapi, sebagai warga Sumedang kita sebagai mahasiswa harus siap berkontribusi untuk siap membantu menyelesaikan permasalahan ini, karena sangat besar dampak buruk akibat sampah terhadap kesehatan masyarakat, Pemkab Sumedang, siap membantu dalam menanggulangi permasalahan sampah yang kerap terjadi saat muka air Waduk Jatigede naik atau berada dalam elevasi atau ketinggian normal. "Kami telah berkoordinasi dengan BBWS dan Satker Waduk Jatigede untuk melakukan penanganan yang komprehensif," ujar Dony kepada Kompas.com di Gedung Negara Sumedang, Selasa (2/2/2021) malam. 


 

Per 7 desember 2021 sampah masih berserakan walau tidak sedikit dikalangan masyarakat yang memanfaatkan menjadi pemulung atau pengepul sampah, tapi sebenarnya sampah -sampah tersebut akan benar benar menjadi mata pencharian masyarakat dengan nilai tinggi jika pengolahan sampah sudah ditata menjadi pernik pernik hiasan yang didaur ulang dengan mesin atau tangan tangan trampil.

            Menyimak pemaparan tersebut saya sebagai tim peneliti muda Sumedang berbangga hati bahwa pemerintah sumedang masih sangat peduli lingkungan, tinggal kita merapat untuk membantu menanggulangi permasalahan sampah tersebut. Langkah yang kita ambil harus bisa memahamkan masyarakat, terhadap pentingnya hidup bersih dan sehat, juga dengan pengelolaan sampah itu. Karena sehebat apapun program kita tanpa kerjasama pemerintah dan masyarakat yang ingin merubah pola hidupnya kearah lebih baik, dengan berbagai penataan dan pelatihan juga seminar yang disediakan pemerintah setempat, tetap masalah ini tidak akan bisa diselesaikan. Selain itu, kata Dony, pihak BBWS harus memberikan edukasi kepada warga di hulu dan DAS Cimanuk untuk tidak membuang sampah sembarangan. "Kami imbau warga tidak buang sampah ke sungai sehingga ketika musim hujan tiba dengan membawa debet air yang cukup besar, segala macam material sampah itu tidak ikut terbawa. Edukasi kepada warga ini sangat penting dilakukan," sebut Dony

            


  

 

  
SALAM PENELITI MUDA

PAGI ... SEMANGAT, SIANG... KERJAKERAS, SORE... SUKSES, MALAM... EAAA ISTIRAHAT, BERSYUKUR DAN BERTAUBAT.

 

 


 

 




Komentar